Popular Posts

Siger Taruna Premeur diluncurkan oleh Karang Taruna Provinsi Lampung

BSR | Bandar Lampung – Pengurus Provinsi Karang Taruna Lampung menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Lampung, Bank Indonesia dan Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam program Siger Taruna Preneur yang digelar di Gedung Pusiban, Lingkungan Kantor Gubernur Lampung, Kamis (3/9/2026).

Program tersebut menjadi langkah untuk meningkatkan literasi keuangan sekaligus mendorong kemampuan kewirausahaan anggota Karang Taruna, khususnya yang berada di tingkat desa.

Ketua Karang Taruna Provinsi Lampung, Wahrul Fauzi Silalahi, mengatakan program tersebut merupakan upaya membangun kekuatan ekonomi kolektif di tingkat desa.

“Alhamdulillah hari ini kita sudah bekerja sama dengan OJK, Bank Lampung, dan Bursa Efek Indonesia terkait bagaimana kita memfasilitasi Karang Taruna di tingkat desa untuk pertama melek literasi keuangan, kemudian memperkuat mereka untuk membantu dalam entrepreneur,” kata Wahrul.

Menurutnya, Pengurus Provinsi Karang Taruna Lampung juga telah melakukan nota kesepahaman (MoU) dengan pihak terkait.

Salah satu target yang disiapkan adalah dukungan pembiayaan mencapai Rp30 miliar untuk mendukung gerakan ekonomi UMKM yang berada di lingkungan Karang Taruna.

“Target kita ini Rp30 miliar akan kita gelontorkan untuk support gerakan ekonomi UMKM yang ada di tingkat Karang Taruna ini. Ini angin segar, luar biasa,” ujarnya.

Wahrul mengatakan dukungan tersebut nantinya tidak hanya berbentuk modal usaha dari Bank Lampung. Pihaknya juga membuka peluang dukungan dari sejumlah perbankan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR, khususnya untuk pengembangan UMKM.

Ia menyebut, realisasi program senilai Rp30 miliar tersebut ditargetkan mulai berjalan pada Oktober 2026. Namun, sebelum penyaluran dilakukan, pihaknya akan menyusun mekanisme dan skema bantuan agar tepat sasaran.

“Rp30 miliarnya dimulai bulan depan. Kita harus susun, karena ini banyak uang yang akan turun. Tentu ada literasi keuangan juga,” jelasnya.

Wahrul berharap program Siger Taruna Preneur dapat memperkuat semangat kewirausahaan pemuda di desa. Dengan kondisi ekonomi yang semakin kuat, Karang Taruna diharapkan mampu memiliki kemandirian dalam menjalankan berbagai kegiatan sosial.

“Kalau karakter orang desa ekonominya kuat, sosialnya kuat. Kalau ekonominya lemah, bagaimana mau bansos? Jadi kita ingin Karang Taruna punya kekuatan kolektif ekonomi sendiri yang mandiri dan lebih kuat dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan sosialnya,” kata dia.

Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Lampung Otto Fitriandy mengatakan program Siger Taruna Preneur merupakan bagian dari upaya memperluas akses dan literasi keuangan masyarakat melalui pemberdayaan Karang Taruna.

Program tersebut, kata Otto, diinisiasi OJK Provinsi Lampung bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Lampung, Bank Lampung, serta Bursa Efek Indonesia.

“Kita punya program Siger Taruna Preneur, yaitu pemberdayaan Karang Taruna dengan memberikan pelatihan kewirausahaan kepada Karang Taruna, terutama yang ada di desa,” ujar Otto.

Selain dibekali kemampuan kewirausahaan, para anggota Karang Taruna juga mendapatkan edukasi mengenai literasi keuangan. Mereka diharapkan dapat menjadi duta literasi keuangan bagi masyarakat di wilayah masing-masing.

Menurut Otto, pemahaman tersebut penting untuk mencegah masyarakat menjadi korban berbagai modus kejahatan keuangan, termasuk investasi ilegal, pinjaman online ilegal, dan penipuan atau scam.

“Mereka mengerti bahayanya investasi ilegal, ancaman pinjaman online ilegal, dan modus-modus scam yang sering terjadi,” katanya.

Otto menilai masyarakat di desa masih membutuhkan akses informasi yang lebih luas mengenai cara mengenali dan menghindari berbagai bentuk penipuan keuangan. Karena itu, Karang Taruna dinilai memiliki posisi strategis sebagai sumber informasi bagi masyarakat.

Tak hanya melakukan pencegahan, Karang Taruna juga diharapkan mampu mengarahkan masyarakat apabila sudah menjadi korban penipuan atau scam, termasuk memberikan informasi mengenai tempat dan mekanisme pelaporan.

“Kita upayakan pencegahannya melalui literasi keuangan. Nanti teman-teman Karang Taruna bisa menjadi sumber informasi bagi masyarakat yang ada di desa, bahkan membantu mengarahkan ketika masyarakat menjadi korban scam, mereka harus lapor ke mana,” tutupnya.(Fer)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *